Riseiji (yang sampe sekarang aku ngga bisa hapal kepanjangannya) adalah sebuah club Jepang di SMA-ku yang sempet aku ketuai juga gara-gara ketuanya pindah sekolah (ckck). Daripada mengartikan Riseiji sebagai eskul berbau jepang, aku lebih suka menganggap Riseiji adalah keluarga-yang-gokil-dan-serba-jepang. Karena, jujur, satu-satunya alasan aku masuk Riseiji 4 tahun yang lalu adalah karna club ini bener-bener kekeluargaan dan asik.
Bukan karna aku suka Jepang, apalagi manga. Justru dari Riseiji-lah aku akhirnya tertarik sama all about Japanese; Cosplay, Bon Odori, Mi Ramen, Death Note, fanfict, dll.
Kemarin sore, tepatnya tanggal 28 Juli 2012, akhirnya aku bisa ngumpul lagi sama keluarga gokil ini.
Aku yang dateng paling akhir ke acara bubar (buka bareng) ngerasa agak canggung karna diluar perkiraanku, sebagian besar yang hadir adalah anggota yang baru join tahun ini. Masih asing buatku. Dan tiba-tiba Senpai Desab memperkenalkan aku di depan wajah-wajah polos anak kelas 1 SMA itu, sebagai......
original cosplayer Riseiji yang pertama (untung bukan peri kelinci --"). Riseiji memang belum lama diresmikan waktu aku join. Jadi perlombaan cosplay yang aku ikutin di STBA-JIA tahun 2008 itu adalah cosplay pertamaku sekaligus perlombaan pertama yang diikuti Riseiji. Setelah cosplay menjadi mbak-mbak sok imut dengan sayap dan bando kelinci yang dibeli di toko kado anak-anak sambil gendong-gendong kelinci putih itu, aku sempet ter-cap sebagai peri kelinci (padahal rencana awalnya aku pengen jadi Cardcaptor Sakura, sumpah! Kenapa akhirnya jadi siluman kelinci gitu??) sampe dapet beberapa testimoni di friendster yang bunyinya, "Ini peri kelinci yang kemarin tampil di JIA ya?" *lantaskuburdiri*
Setelah selesai perkenalan dan sedikit wejangan dari Senpai Desab, kami solat lalu mulai memakan Mi Ramen setelah sama-sama meneriakkan "itadakimasu!!". Persis adegan makan malam di kartun-kartun Jepang. Setelah perut kami penuh dengan berbagai mi, sushi, gorengan, sampai es buah, akhirnya tibalah sebuah acara kecil yang paling aku tunggu-tunggu. Hanabi time!! XD
 |
| Sushi buatan Fala-Chan :9 |
Hanabi dalam bahasa Jepang artinya kembang api. Di Jepang sendiri Hanabi atau pesta kembang api biasanya diadain setiap`musim panas. Dan seperti sebuah tradisi di Riseiji, setiap ada acara buka puasa bersama, kami selalu mengadakan Hanabi juga. Tapi, karena panitia melakukan kesalahan dalam membeli jenis kembang api, yah, akhirnya aku mengusulkan untuk memasang kembang api kupu-kupu itu di tengah lapangan lalu sama-sama membuat lingkaran untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan Riseiji dalam acara bubar. Setelah melakukan deal dengan ketua acara, akhirnya diambilah sebuah laptop dan speaker lalu kami mulai menari bersama sambil mengelilingi beberapa kembang api kecil yang sibuk berputar-putar sepanjang lagu.
Pihyaraa pihyaraa, Papapaparapa
Pihyaraa pihyaraa, Papapaparapa
Pihyaraa pihyaraa, O heso ga chirari
Theme song Chibi Maruko Chan merupakan lagu yang sering digunakan untuk menari
Bon Odori. Bon Odori adalah sebuah tarian tradisional Jepang yang sangat sederhana dan dilakukan beramai-ramai, tak kenal usia, pekerjaan, jenis kelamin, semuanya menari Bon Odori bersama-sama dalam satu lingkaran besar. Tarian ini selalu menyenangkan dan membawa kekakraban, terutama jika dilakukan dalam Matsuri (festival Jepang) yang cukup besar sehingga kita bisa menari bersama-sama dengan orang-orang yang bahkan tidak kita kenal sekalipun.
Aku menggenggam tangan agatya di sebelah kiri dan tangan seorang junior di sebelah kanan. Kami berputar, tepuk tangan, sorong kanan-kiri, sampai berteriak RI-SEI-JI bersama-sama di tengah udara malam yang sama sekali tak terasa dingin. Wajah-wajah ceria para junior, teman se-angkatan sampai seniorku malam itu mengkilat-kilat disinari kembang api kecil yang sesekali bertabrakan dan memercikan bunga api yang sangat manis. I always love fireworks too. Selain fountain, kembang api juga merupakan hal yang selalu menarik untuk dipandangi. Mereka ceria, heboh, tapi juga anggun, terang, romantis, dan, yah, awesome deh.
Lagu V6 - Wa Ni Natte Odorou menyambung lagu Maruko tadi sekaligus mengakhiri Bon Odori kami malam itu. Kami segera berebut mengambil kembang api kecil untuk kemudian foto bersama dan pulang.
Sambil menunggu beberapa orang membereskan sisa mangkuk dan gelas di ruang berbuka tadi, aku dijejali foto-foto para anggota Riseiji di beberapa Japan Matsuri yang berlangsung selama aku di Medan. I envy them. Pengen banget rasanya dateng ke festival Jepang lagi, pake kostum yang lucu-lucu lagi, foto-foto sama cosplayer-cosplayer yang ganteng lagi (loh?), makan takoyaki sambil nonton kabaret lagi, pengen.. pengeeeen...!! Semoga kesampean deh attend di Japan Matsuri terdekat bulan ini. Walaupun ngga bisa sambil makan takoyaki, seengganya bisa ngobatin kangennya menjadi seorang Peri Kelinci O:)
 |
OMG, saya tidak kenal dengan yang pake wig pendek >.<
|
 |
| Bon Odori |