Sabtu, 02 Mei 2015

Be found

Halo, blog. Sekitar sebulan yang lalu aku pernah bilang gini sama seorang teman dekat; "Hey, I want a new boyfriend right now. Where can I get one?" Yang disambut dengan becandaan dia yang super garing. Honestly, i really mean it, at that time. Aku bener-bener berharap punya pacar pada saat itu. Pada saat unek-unek tentang kehidupan ini rasanya udah mau luber tapi ngga tau mau curhat ke siapa. Aku masih bisa jaim dan sok tegar di depan keluarga dan teman. Tapi di depan pacar lah biasanya aku bisa numpahin segala keluh kesah tanpa filter. Dan lucunya, harapan konyol yang terbersit sore itu seperti didengar Allah.



Beberapa hari kemudian banyak bermunculan orang-orang baru di hidup aku. Ada yang terang-terangan pdkt sendiri, ada juga yang pake mak comblang. Was there any jomblo sign on my forehead? Karna semuanya terasa tiba-tiba dan bertubi-tubi gitu. Actually, having many strangers (or men) on my chat list in the same time is so not me. Tapi sebagai manusia yang baik dan kesepian, aku coba untuk merespon mereka. Bahkan aku terima ajakan meet up dari salah satunya. I repeat, this is so not me. Ngga berdua juga sih ketemuannya, kita pergi bareng beberapa teman. Calonnya ganteng? Pake banget. Tapi ternyata chemistry adalah kriteria teratas yang paling penting dan susah didapetin. Meskipun cowok ini, sebut saja Captain America, baiknya luar biasa tapi entah kenapa aku malah pengen cepet pulang dan menyudahi pertemuan malam itu. Maybe that's what they call "ngga dapet feel nya". Sampai pada akhirnya tadi malam aku memutuskan untuk dinner sendirian di sebuah cafe, mengabaikan beberapa pesan masuk yang isinya ajakan malam mingguan. Karna akhirnya aku sadar bahwa yang aku butuhkan bukan sesosok pacar untuk curhat dan menemani. i have many friends around me who care and i can always count. I also got many many many things to do. Ya koas dari pagi sampe sore. Ya kuliah sastra dari sore sampe malamnya. I only have weekend to clean up my room or review the materials. I don't even have enough time to take a rest or doing my hobbies. So, spending time with someone that i don't really love is just... i don't know, maybe so wasted.

Entah karena ada urusan hati yang belum selesai di masa lalu, atau memang sesulit ini nyatanya menemukan orang yang bisa klik dengan diri kita. I'll wait the answer, alone. And i'm going to stop finding since 'be found' seems easier.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar